.
Keseruan Latihan Gabungan (Latgab) Pandu Hidayatullah (PH) Putri usai sudah. Acara tersebut resmi ditutup sore tadi, Ahad (22/12/2019). Tetapi cerita dibalik usainya tidak habis dibahas.
Adalah Pesantren Hidayatullah Palopo yang punya sedikit cerita. Tiga hari menjelang hari H, belum ada keputusan yang jelas.
"Ya, begitulah mungkin kalau kurang terkoordinasi," ungkap ustadz Abdul Wahhab bercerita.
Sebagai pimpinan di pesantrennya, ia berinisiatif mengumpulkan semua pengurus dan yang punya kepentingan.
"Saya tanyain satu-satu kesiapannya membawa santri untuk ikut Latgab ini,"
Oh, ternyata belum ada yang siap. Menurut ustadz Wahab, rencana keikutsertaan tersebut belum terkoordinasi dengan baik.
"Saya jelasin ke mereka. Kalau ini tidak terkoordinasi, maka kita akan rugi tenaga, rugi waktu, dan rugi biaya," kisahnya.
Sehingga, kata ustsdz Wahab menjelaskan, saya suruh mereka menghitung dan mengkalkulasi.
"Kalau ada kekurangan, sampaikan ke adek-adek santri kondisinya," tegasnya kepada pengurus.
Akhirnya, santri siap membantu. Mulai akomodasi, peralatan, perlengkapan, dan transportasi semuanya beres.
Alhamdulillah, kata dia menambahkan, dari Palopo ada tiga mobil yang berangkat.
"Ada dua fiah ikut," katanya menjelaskan.
Diketahui, Pesantren Hidayatullah Palopo mengirimkan santrinya dari SMP dan SMA Integral Hidayatullah Palopo sebanyak 27 orang.
Rep : Abu Ayman
Editor : Ibnu Basyier

