BULUKUMBA - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan
menggelar agenda Rapat Koordinasi Asset 2019 serta Monitoring dan Evaluasi yang
berlangsung di Kampus Ponpes Hidayatullah Bulukumba Desa Garanta, Kecamatan
Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, Senin (01/07/2019).
Kedatangan para pengurus dan kader Hidayatullah untuk
membahas program-program kerja yang dicapai pada semester 1 tahun 2019. Selain
itu, kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahim antar para pengurus dan
kader Hidayatullah se-sulsel.
Kegiatan tersebut ini, dihadiri oleh Ketua Dewan Pengurus
Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan, Drs. Mardhatillah, dan langsung
membuka kegiatan Rapat Koordinasi Asset 2019.
Drs. Mardhatillah dalam sambutannya menyampaikan bahwa sampaikanlah
program-program kerja yang ada di daerah dan sesuaikan potensi program kampus
masing-masing.
Ia juga menjelaskan bahwa para kader Hidayatullah bisa
menguasai dunia dengan 5 alasan. Diantaranya yakni, Hidayatullah mempunyai misi
yang jelas, memiliki kepemimpinan yang jelas, memiliki konsep yang jelas,
memiliki jaringan kampus yang memadai, dan memiliki jati diri .
Sementara
itu, Ustad Khairil Baits Ketua Bidang Organisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP)
Hidayatullah, yang memberikan tausiah menyampaikan bahwa spirit membangun
Hidayatullah itu, ada dari spirit, surah Ibrahim ayat 37.
Allah lalu memerintahkan kepada Nabi Ibrahim As untuk membawa dan
menempatkan istri dan anaknya di dekat Baitullah. Hal ini disebutkan Allah
dalam firman-Nya:
رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي
بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ
الصَّلاَةَ
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku
telah menempatkan sebagian dari keturunanku di sebuah lembah yang tiada
tanam-tanamannya, di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang disucikan, Ya Tuhanku
(yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat”. (QS. Ibrahim: 37).
Lanjut, Ust Khairil Baits, bagaimana Ibrahim beserta
keluarganya membangun baitullah di
Mekkah Al-Mukarramah dari surah Ibrahim ayat 37 itu."Sosok Siti Hajar patut diteladani, tetap bersyukur
walau diberikan ujian yang sangat berat walau hidup bersama anaknya Ismail di
gurun pasir yang sangat panas, " ujarnya.
Kegiatan monev itu dilaksanakan selama 3 hari dari hari Ahad
30 Juni-2 Juli 2019, yang dikemas dengan tema "Optimalisasi Program mainstrem,
Menuju Sukses Gerakan Dakwah dan
Tarbiyah".

