Setiap insan beriman akan mendapati ujian dalam kehidupan dari Allah Ta’ala.
Hal itu pula dialami dai muda di Balikpapan Kalimantan Timur, Ustadz Muhammad
Farid.
Dai yang sehari-hari berkeliling “berdakwah” melalui majalah Suara
Hidayatullah ke seluruh Kalimantan Timur itu mesti rela menghadapi kenyataan
yang berat, kehilangan tempat tinggal dan seluruh isinya disebabkan musibah
berupa kebakaran.
Kala itu, tepat jam 10.00 WITA, baru saja Ustadz Farid pulang dari menyelesaikan
tugas dakwahnya, dan mulai beristirahat. Tiba-tiba ia mendapati kepulan asap dari salahsatu kamar rumahnya di bagian
depan.
“Astagfirullah, ada asap dari kamar depan bu…, anak kita ada di dalam. Ayoo
bangun,” teriaknya sambil membangunkan istrinya seraya bergegas melihat apa
yang sebenarnya terjadi.
Benar saja, kasur tua yang menjadi tempat tidur anaknya mengeluarkan asap
dan percikan api. Barusan ia menyelematkan anak-anaknya dan berlari ke kamar
mandi tuk mengambil air, ternyata ketika kembali api sudah menyambar dinding
rumahnya yang terbuat dari bahan kayu triplek.
Seember air yang ia bawa tak sanggup lagi memadamkan api yang mulai berkobar
melalap seluruh bagian rumah dan segala yang ada di dalamnya. Atas terjadinya musibah tersebut, Laznas BMH Perwakilan Kalimantan Timur
langsung berkunjung dan memberikan bantuan langsung kepada Ustadz Muhammad
Farid.
“Semoga musibah ini kian meneguhkan keimanan kami. Sungguh ini sangat berat
bagi kami. Tapi ini harus kami hadapi,” ucap Ustadz Muhammad Farid kala ditemui
amil BMH.
Ustadz Farid pun sepenuhnya pasrah kepada Allah, rumah kayu yang ia bangun
selama 7 tahun untuk menaungi keluarga dengan cara menyisihkan uang dari
rezekinya sebagai seorang dai harus lenyap hanya dalam hitungan menit.
“Allah yang memberi dan menitipkan, Allah pula yang mengambil dengan
sekejap,”ungkapnya.
Kini, ia dan keluarganya hidup menumpang dengan tetangganya yang juga
seorang janda di daerah Gunung Tembak, kawasan Pesantren Hidayatullah
Balikpapan, Kelurahan Teritip.
“Semoga istri dan anak-anak bisa tawakal, dan tetap semangat bersekolah
dengan segala keterbatasan,” harapnya.
Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Kalimantan Timur,
Muhammad Rofiq berharap semoga dengan bantuan yang diberikan dapat mendorong
sang dai lebih optimis.
“Semoga bantuan dari para donatur dan muzakki BMH ini dapat sedikit
mengurangi duka yang sedang dihadapi. Kita berharap semoga musibah ini
memberikan hikmah positif dan Ustadz Muhammad Farid segera dapat meninggali
tempat tinggal lagi dan beraktivitas dakwah sebagaimana biasa,” tutup Rofiq.*/Herim

