Selama dua hari hingga kemarin Jum’at (3/1/2020) anggota Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan mengikuti acara pra Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Sulsel.
Ustadz Drs Mardhatillah yang menutup agenda tersebut mengingatkan
beratnya konsekuensi hidup seorang dai yang berjuang untuk kejayaan agamanya. Ia
mengatakan, jika diberi dua pilihan, rasanya akan memilih berselimut saja.
“Berselimut dengan segala macam bentuk tafsirannya; bersikap
masa bodoh, acuh, atau dalam istilah Allahuyarham Abdullah Said: 'peduli setan
dengan itu semua',” jelas Ketua DPW Hidayatullah Sulsel tersebut.
Tetapi, menurut dia, karena beban amanah yang ada di pundak,
selimut itu harus disingkap lalu bangkit menyambut seruan.
“Sebab bagi kita kita sudah final, bahwa: inilah harga kita
di sisi Allah saat kita mengproklamir diri sebagai pejuang,” terangnya lebih
lanjut.
Bisa dibayangkan, lanjut dia, jika mengurus satu departemen
saj sudah merasa tidak sanggup. Apalagi ini malah justru ada yang digabung dua,
tiga, empat departemen bahkan ada yang harus menangani satu bidang.
“Ketahuilah, secara manhaji kita telah terantar bahwa Jika
al-'alaq, al-qalam dan al-muzammil sudah eksis dan sudah terinternalisasi optimal
dalam diri kita, maka saatnya tampil ke gelanggang, masuk ke tahapan al-muddatstsir,”
katanya menjelaskan.
“Sebab semua program haruslah bermuara pada 'wa Rabbaka fa
kabbir’!” katanya menambahkan.
Ustadz Mardhatillah mengakui ada yang berbeda dalam suasana
Pra Rakerwil tersebut. Dia merasa adanya kualitas dalam rapat, dan diskusi yang
hidup.
“Pertanda bahwa pemahaman kita akan rencana pekerjaan ke
depan semakin meningkat,” katanya menutup tausiyah.
Menurut Sekertaris DPW Hidayatullah Sulsel Ustadz Sumariadi,
acara Pra Rakerwil adalah sebuah tahapan penting sebelum Rakerwil. Dalam
Rakerwil yang rencananya akan digelar dua pekan mendatang, peserta lebih banyak
karena menghadirkan seluruh pengurus daerah Hidayatullah se Sulsel.
“Rakerwil kita agendakan di Makassar. Rencana akan
menghadirkan Wagub Sulsel,” terang Ustadz Sumariadi via whatsapp.
Editor : Ibnu Basyier

