Keren, Begini Santri Hidayautllah Parepare Mengisi Fakultatif

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Jumat, 03 Januari 2020

Keren, Begini Santri Hidayautllah Parepare Mengisi Fakultatif

Bagian Keputrian Yayasan Pesantren Hidayatullah Parepare mengisi masa fakultatif dengan kegiatan yang tidak biasa. Mereka mengadakan Daurah Tahsin dan Tahfizh di Gedung Serba Guna Komplek Putri Pesantren Hidayatullah Parepare, Jl. Sakinah RT 3 RW 1 Bumi Harapan, Bacukiki Barat, Kota Parepare, Jum'at (3/1/2020).
Dalam sambutannya ketika membuka daurah tersebut, Ahmad Sabil S.Pd.I mengatakan bahwa kegiatan tersebut diadakan atas dasar keprihatinan terhadap kemampuan santri dalam membaca alQur'an.
"Jadi, setelah dievaluasi berdasarkan hasil monitoring pengasuh, masih ada beberapa santri yang kurang pemahaman tajwidnya, khususnya santri baru," terang ketua LPIH Yayasan Pesantren Hidayatullah Parepare tersebut.
Selain itu, lanjut Sabil, kegiatan daurah tersebut juga dalam rangka mengisi masa fakultatif setelah Kegiatan Belajar Mengajar di semester ganjil Tahun Ajar 2019-2020.
"Sehingga sisa liburan ini dimanfaatkan dengan kegiatan yang lebih berfaedah, yaitu dengan daurah tahfizh dan tahsin," katanya menambahkan.
"Bagi kelas takahssus, difokuskan untuk menambah hafalannya," katanya lagi.
Pesan berbeda disampaikan Ustadzah Ummu Farhan. Dalam sambutannya ia mengingatkan para santri bahwa belajar itu tidak hanya lewat daurah. Ia pun berharap, setelah daurah santri tetap belajar.
"Karena belajar itu butuh pengulangan," jelas Ketua Bagian Keputrian Yayasan Pesantren Hidayatullah Parepare tersebut.
Ummu Farhan juga berharap ada peningkatan yang didapatkan para santri setelah daurah.
"Ada peningkatan kuantitas hafalan, dan ada peningkatan kualitas bacaan AlQurannya," katanya berharap.
Daurah yang sedianya digelar selama tiga hari tersebut diikuti oleh seluruh santri putri pesantren Hidayatullah Parepare. Selama tiga hari tersebut, peserta dibagi menjadi dua kelas daurah.
"Ada yang ikut tahfizh, ada yang ikut tahsin," terang Uthy, salah seorang panitia.
Dijelaskan Uthy, santri yang ikut daurah tahfizh adalah santri pilihan. Prosentesenya sekitar 20 persen dari total peserta.
"Selebihnya ikut kelas tahsin," katanya menambahkan.
Daurah tahfizh dan tahsin tersebut menghadirkan Ustadzah Siti Maghfirah, S.H.I sebagai pemateri tahsin. Dan penanggung jawab tahfizh diamanahkan kepada Ustadzah Muftihatul Ifafah, S.H.
"Untuk tahsin, didampingi oleh Ustadzah Nurhasanah, dan tahfizh didampingi oleh Ustadzah Nur Aini Latif dan Ustadzah Khairunnisa," jelas Uthy.
Daurah yang akan ditutup pada Ahad (5/1/2020) tersebut diikuti dengan penuh keseriusan oleh para santri. Sejak dibuka, peserta tahfizh terlihat mulai mencari pojok-pojok yang nyaman untuk menghafal.
"Doakan target saya selesai," kata Latifah, salah seorang peserta daurah tahfizh kepada media ini.
Rep : Nana, Uti
Editor : Ibnu Basyier

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage