GNH Lahirkan Komitmen Perjuangan

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Minggu, 24 November 2019

GNH Lahirkan Komitmen Perjuangan



GNH Lahirkan Komitmen Perjuangan

Memilih tugas mulia menjadi seorang dai yang pejuang di jalan Allah, bukan perkara mudah. Harus ada upaya serius untuk menjaga spirit dakwah sebagai pejuang.

"Inilah di antara maksud dari berkumpulnya kita di saat ini di tempat ini," kata ustadz Abdul Majid M.A.

Hal itu disampaikan Koordinator Murabbi Wilayah Sulawesi Selatan tersebut dalam tausiyahnya di hadapan peserta Rakorwil Hidayatullah Sulawesi Selatan, subuh tadi (24/11/2019) di masjid kampus Hidayatullah Bone.

Menurut Ketua DPW Hidayatullah Sulsel 2010-2015 tersebut, menjaga spirit keimanan dan spirit perjuangan harus selalu diupayakan untuk mengiringi perjalanan dakwah dan kejuangan.

Wujud nyata dari spirit yang terjaga, lanjut beliau, adalah adanya sikap patuh dan taat pada prinsip-prinsip keimanan dan perjuangan.

"Sikap patuh dan taat inilah, yang nantinya akan melahirkan komitmen perjuangan," tambahnya.

Maka dalam rangka menjaga spirit tersebut, lahirlah apa yang kita sebut dengan Gerakan Nawafil Hidayatullah atau GNH.



GNH adalah gerakan 'radikal-fundamental' sebagai sebuah rekayasa manhajiyah yang padanya diharapkan menjadi modal dan bekal pengiring perjalanan mainstream dakwah dan tarbiyah.

Menyadari akan semakin beratnya tantangan dakwah dan tarbiyah hari ini dan esok, maka tidak ada tawar-menawar bagi seorang dai pejuang kecuali harus dilakoni.

"Tidak ada pilihan bagi kita kecuali harus dilakui," tegas beliau.

Sebab, lanjutnya, kita sudah berkesimpulan bahwa hanya dengan GNH kita bisa menjawab dan mampu tampil menghadapi tantangan dakwah dan tarbiyah kedepan. Hanya dengan GNH kita mampu berkreasi dan berinovasi dalam menghadirkan layanan keumatan.

"Maka inilah di antara juga yang harus terus kita evaluasi; Bagaimana baca quran kita? Bagaimana salat lail kita? Bagaimana infaq kita? Bagaimana silaturahim atau dakwah fardhiyah kita? Tidak hanya kuwantitasnya, tapi juga kuwalitasnya!"




Olehnya itu, tambahnya, kita harus menjamin diri kita secara personal, bahwa GNH ini benar-benar terjaga kuwalitasnya.

"Sebab tidak mungkinlah rasa-rasanya itu ya, kalau ada kader, tuntas GNH-nya tapi tidak ada gerakannya. Koq bisa ada kader yang katanya sdh ber-GNH tapi koq miskin ide dan tak ada inovasi, tidak mungkin!" tutup beliau.

*Abdul Aziz

Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage