Wakil
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengatakan, urusan dapur, sumur dan kasur
bagi seorang istri belum cukup. Perlu ditambah satu lagi, yaitu, memaksa dan
meminta suaminya untuk tidak lagi shalat sendiri-sendiri di rumah. Harus
(berjamaah) di masjid.
“Di
mana-mana saya sering bilang, kalau ada laki-laki senang shalat di rumahnya,
berarti laki-laki shalehah itu. Nanti kalau dia shalat di masjid, baru dibilang
laki-laki shaleh,” ujar dia dalam sambutannya di acara Walimatul ‘Urs
Pernikahan Mubarak Sepasang Santri Hidayatullah Lambara, Luwu Timur, Ahad
(8/9/2019).
Untuk itu,
kata dia menambahkan, harus ditambah dengan kesiapan istri memaksa suaminya
untuk memakmurkan masjid.
“Ini demi
untuk kita semua. Kalau ini kita lakukan, maka otomatis masjid kita akan makmur
dengan sendirinya,” tegas dia.
Bahkan
menurut dia, kalau diperlukan, istri harus mengancam suami kalau tidak mau ke
masjid. “Ancam dia: tidak saya kasi’ ki bagianta’,” kata dia disambut gelak
tawa hadirin.
Selain
kegiatan shalat berjamaah, Ir. Irwan Bachri Syam, S.T juga berharap masjid
dijadikan sebagai tulang punggung dan pusat kegiatan. “Pak Desa, ya, mau rapat
apapun, di masjid ki saja. Selesai shalat, kumpulki warga ta’ selesaikan mi apa
yang perlu diselesaikan,” tambah dia soal fungsi masjid.
Tambahan
lain soal fungsi masjid, Wabup juga berharap agar masyarakat menjadikan masjid
sebagai tempat bersandar. Kata dia, sekecil apapun permasalahan kita, segera
bawa ke masjid. “Minta ki sama Allah supaya permasalahanta di selesaikan.”
Masjid,
lanjut dia, adalah rumahnya Allah. Setiap saat ada yang datang membawa persoalannya
dan disampaikan ke masjid maka, kata dia, yakin dan percayalah Allah akan
datang memberi solusi.
“Rumahnya
saja wabup kita datangi terus, insya Allah ada solusinya. Apalagi alau yang
kita datangi adalah rumahnya Allah,” pungkas dia.
Rep: Adjie Pamungkas
Edit: Admin
