Naspi Arsyad Mengisi Tausiah Subuh di Hidayatullah Makassar

Main Posts Background Image

Main Posts Background Image

Selasa, 04 Juni 2019

Naspi Arsyad Mengisi Tausiah Subuh di Hidayatullah Makassar



MAKASSAR — Bebicara tentang karakteristik orang atau kelompok yang beriman. Orang ataupun kelompok yang secara khusus Allah panggil dengan seruan yang khusus pula ‘’yā ayyuhal-ladzīna āmanū’’ wahai orang-orang yang telah (teruji) keimanannya.

Hal itu disampaikan saat mengisi tausiah yang berlangsung di Masjid Umar Al-Faruq  Kampus Utama Hidayatullah Makassar, 29 Ramadan 1440 H, Senin (03/06/2019).

Menurut Naspi, tentang sosok, kelompok, figur yang memiliki sifat dan karakter dengan gambaran indah pada sikap, perilaku, dan ibadahnya. Hatinya dengan mahabbah, perilakunya mempesona, senang saat bertemu, dan rindu saat terpisah.

‘’Orang-orang seperti inilah yang disanjung oleh Allah dan Rasul-Nya. Sanjungan tertinggi Allah kepada mereka adalah berupa janji Allah tentang surga kepada mereka,’’ ujarnya.

Pun demikian sanjungan Rasululullah, lanjut Naspi, tatkala beliau bersabda  ajaib urusan orang beriman itu saat dia mendapatkan hal menyenangkan dia bersyukur dan saat sedang ditimpa hal yang tak menyenangkan dia bersabar.

Bahkan ada saaat dimana orang beriman itu tatkala mendapatkan nikmat mereka justru mengatakan ‘’hādzā min fadhli Rabbī li yabluwanī a asykur am akfur’'.

Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman ; 

".. مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ " رواه البخاري ومسلم’’

Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan,siapa yang memohon kepadaku niscaya Aku beri dan siapa yang memohon keampunan keada-Ku niscaya akan Aku ampuni’’ (HR. Bukhari dan Muslim).

Satu orang beriman saja, Allah sdh menyiapkan janji yang dahsyat. Bagaimana tidak dahsyat jika berdoa dikabulkan. Bagaimana tidak dahsyat, jika meminta diberikan. Bagaimana tidak dahsyat, jika memohon ampun diampuni.

Lalu bagaimana jika orang beriman itu lebih dari satu, lebih dari dua, lebih dari tiga!? Lalu bagaimana jika orang beriman itu adalah sebuah komunitas, sebuah kelompok!?

Maka demikianlah Allah gambarkan dalam al-Quran ;

{وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ..} [الأعراف : 96]

Naspi mengatakan bahwa bapak pimpinan beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwa momentun  Ramadhan ini adalah waktu terbaik  bagi kita menyatukan ‘amin amin’ kita. Adalah kesempatan terbaik menyatukan doa-doa kita Adalah momen terbaik menyatukan munajat-munajat kita.

‘’Itulah juga mengapa para santri ini dipaksa bangun, ikut qiyamullail juga.Diproses sedemikian rupa dengan harapan agar kelak kalian menjadi orang beriman, agar hadir orang, sosok, ataupun kelompok yang terjamin keimanannya. Nah, kalau sudah hadir orang beriman maka ada kesempatan kita 'menjebak' Allah agar mengabulkan doa kita, 'menjebak' Allah agar memenuhi pinta dan munjat kita, dan 'menjebak' Allah agar mengaruniakan ampunan kepada kita.’’ kata Naspi Arsyad Lc yang juga pernah menjabat Ketua STIS hingga periode 2009 lalu.

Ia menjelaskan, Inilah juga diantara tujuan kita berkumpul ditempat seperti ini, berkampus. Tak lain dan tak bukan agar menyatu dan mengurucut ini doa. Bisa dibayangkan, ada para santri yang beriman berdoa disudut kanan sana, ada para pengasuh yang beriman yang juga berdoa disudut kiri sana, tak mau kalah, ada pengurus bersama pembina yang beriman yang juga bermunajat panjang di depan mihrab. 

Untuk itu, lanjut Naspi, doa-doa  mereka menyatu, munajat mereka mengurucut, permohonan  mereka berpadu hanya kepada Allah yang dengan asbab jaminan keimanan mereka, sekali lagi, 'menjebak' Allah untuk tak ada pilihan kecuali Allah kabulkan permintaan mereka, Allah penuhi kebutuhan mereka.

Kenapa kita butuhkan doa-doa  yang mustajabah? Sebab begitu banyak urusan yang ingin kita munajatkan kepada Allah, betapa banyak persoalan yang ingin kita keluhkan kepada Allah, betapa banyak permintaan yang ingin kita perhadapkan kepada Allah.

‘’Maka menjadi penting bagi kita menjaga dan terus saling menguatkan keimanan diantara kita. Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momentum merawat iman kita, menjadi momentum semakin menguatkan iman kita. Untuk kemudian, dengan jaminan keimanan kita itu Allah memenuhi janji-janji-Nya,’’ tutup Naspi Alumni Universitas Islam Madinah.


Error 404

The page you were looking for, could not be found. You may have typed the address incorrectly or you may have used an outdated link.

Go to Homepage